Bhabinkamtibmas Hadiri Rembuk Stunting 2025 di Kuala Bubon, Polres Aceh Barat Tegaskan...

Bhabinkamtibmas Hadiri Rembuk Stunting 2025 di Kuala Bubon, Polres Aceh Barat Tegaskan Dukungan Program Pemerintah

46
0
SHARE

Aceh Barat – Upaya pencegahan stunting terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor di tingkat gampong. Senin (29/9/2025), bertempat di Balai Desa Gampong Kuala Bubon, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, dilaksanakan Lokakarya Mini (Rembuk Stunting) 2025 yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta masyarakat.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh Camat Samatiga Drs. Zulmahdi, M.Si, Kepala Puskesmas Cot Seumeureng Ners Yevi Rahmawati, S.Tr.Kep, tenaga ahli gizi, Bhabinkamtibmas Polsek Samatiga Aipda Teuku Yufaizil, Bhabinsa Koramil 09 Samatiga Koptu Usuluddin, Keuchik dan aparatur desa, pendamping lokal desa, hingga kader Posyandu Gampong Kuala Bubon.

Berdasarkan hasil audit kasus gizi, tidak ditemukan kasus stunting di Gampong Kuala Bubon. Namun masih terdapat dua kasus wasting (gizi kurang) dan satu kasus kurang berat badan yang menjadi perhatian khusus untuk segera ditangani bersama.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Samatiga AKP Alpon Umban Raja, menyampaikan bahwa Polri berkomitmen mendukung penuh setiap program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Rembuk stunting ini adalah langkah nyata untuk memastikan generasi kita terbebas dari ancaman gizi buruk. Polri, khususnya jajaran Polres Aceh Barat, siap bersinergi dengan semua pihak agar upaya pencegahan dan penanganan kasus gizi dapat berjalan maksimal,” tegas AKP Alpon.

Menurutnya, keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dengan masyarakat, sekaligus memberikan dukungan moral agar warga lebih peduli terhadap kesehatan keluarga.

Kegiatan lokakarya mini tersebut menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menekan angka gizi buruk, sehingga kasus stunting dapat dicegah sejak dini.

Dengan adanya forum rembuk ini, diharapkan seluruh pihak dapat mengambil langkah nyata dalam penanganan masalah gizi, demi mewujudkan generasi Aceh Barat yang sehat, kuat, dan berkualitas.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY